
Aku di Hari Minggu
Minggu pagi di Kemantan selalu punya suasana yang berbeda. Udara masih sejuk, kabut tipis menyelimuti perbukitan, dan aroma tanah basah tercium dari jalan setapak menuju sawah. Suara ayam berkokok dan anak-anak kecil tertawa di kejauhan membuat suasana pagi itu terasa hidup.
Di antara anak-anak yang sudah bersiap dari pagi itu ada aku, Fathir, bersama teman-temanku: Dirta, Yusuf, Alif, Ari, Yogi, dan Gemi. Kami semua siswa MTsN 1 Kerinci, dan kalau sudah hari Minggu—rasanya desa kami jadi dunia kecil penuh petualangan.
“Cepat, Dirta! Bola udah aku bawa!” teriakku dari depan rumah.
“Sebentar, aku ambil sepatu dulu!” sahutnya dari dalam.
Kami lalu menuju lapangan kecil di dekat madrasah. Rumputnya hijau sebagian, ada yang gundul di tengah karena sering dipakai bermain bola. Tapi bagi kami, itulah lapangan terbaik di dunia.
Pertandingan dimulai dengan riuh. Yogi yang terkenal cepat jadi striker andalan. Ari bertugas di belakang, jaga gawang dengan penuh gaya meski tanpa sarung tangan. Suara tawa, sorakan, dan kadang teriakan protes karena “gol nggak sah!” bercampur jadi satu. Yusuf yang paling kalem malah jadi wasit, meski sering dituduh berat sebelah karena terlalu sering membiarkan Gemi mencetak gol.
Setelah bermain hampir dua jam, kami duduk di bawah pohon besar di tepi sawah. Nafas ngos-ngosan, keringat bercucuran, tapi semua tersenyum puas.
“Main bola tiap Minggu, rasanya kaya turnamen dunia ya,” kata Alif sambil meneguk air dari botol plastik.
Kami semua tertawa.
Menjelang siang, kami pulang ke rumah masing-masing. Desa Kemantan memang terasa damai — suara ayam, orang menjemur padi, dan aroma masakan ibu yang semerbak dari dapur. Aku makan siang dengan lahap, lalu tidur siang sebentar.
Sore hari, setelah panas mereda, kami punya agenda baru: main layangan. Langit sore Kemantan berwarna jingga keemasan, dan angin berhembus pas sekali untuk menerbangkan layang-layang.
“Tarik pelan, Fathir! Nanti putus!” seru Yusuf.
Aku menahan tali erat-erat. Layangan biru milikku melayang tinggi, bersaing dengan layangan hijau milik Gemi. Kami tertawa keras ketika tali Yogi tiba-tiba putus dan layangannya melayang ke kebun pisang.
“Woi! Itu layangan baru!” katanya panik. Tapi malah kami semua berlari mengejarnya sambil tertawa sampai perut sakit.
Menjelang Maghrib, kami pulang berganti baju. Setelah azan berkumandang, kami berjalan ke TPA di dekat masjid untuk mengaji bersama. Di sana sudah ada ustazah menunggu dengan senyum ramah. Suara lantunan ayat suci terdengar indah memenuhi ruangan kecil itu. Masing-masing dari kami membaca dengan khusyuk—bergantian, pelan tapi penuh semangat.
Selesai mengaji menjelang Isya, kami pulang bersama-sama di bawah langit malam yang mulai bertabur bintang. Angin malam di Kemantan sejuk sekali. Di jalan, kami masih sempat bercanda kecil.
“Besok udah Senin, siap ketemu tugas lagi,” celetuk Ari.
“Ah, santai aja, yang penting udah ngaji,” jawab Gemi sambil tertawa.
Malamnya, aku berkumpul di ruang tamu bersama keluarga. Ayah duduk sambil menonton berita di televisi, ibu di sampingnya sedang menyetrika baju sekolahku yang akan kupakai besok. Aku duduk di lantai sambil membuka buku pelajaran, mencoba membaca sedikit sebelum tidur.
“Fathir, udah belajar?” tanya ayah tanpa melepas pandangan dari TV.
“Udah, Yah. Tadi juga ngaji sama kawan,” jawabku sambil tersenyum.
“Bagus. Anak madrasah harus jaga waktu, dunia boleh main, tapi akhirat jangan lupa,” kata ayah pelan.
Aku menatap ibu yang tersenyum sambil melipat baju rapi, lalu menatap televisi yang menayangkan berita tentang pendidikan. Hati terasa hangat. Hari Minggu yang sederhana, tapi penuh makna.
Sebelum tidur, aku menulis di buku kecilku:
“Hari Minggu bukan cuma waktu bermain, tapi juga waktu belajar dari alam, teman, dan keluarga.”
Aku menutup buku itu dengan senyum lebar. Di luar, suara jangkrik bersahut-sahutan, menandakan malam semakin larut.
Besok pagi, aku akan kembali ke MTsN 1 Kerinci, membawa semangat baru hasil dari satu hari penuh cerita di desa Kemantan yang damai.
|
389x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...