
Pagi di MTsN 1 Kerinci selalu dipenuhi suara langkah siswa yang bergegas menuju kelas. Di antara keramaian itu, kelas 8C memiliki satu rahasia kecil yang tak diketahui banyak orang—sebuah sumber tawa yang tersembunyi di balik papan tulis.
Setiap pagi sebelum guru datang, tiga sahabat—Aira, Amira, dan Alya—akan menuliskan pesan sederhana di balik papan tulis kelas mereka. Kadang berupa kata motivasi, kadang gambar senyum, kadang hanya lelucon kecil seperti, “Semangat! Hari ini jangan tidur di kelas.” Tulisan tipis itu baru terlihat ketika guru mulai menggeser papan, dan saat itulah seluruh kelas sering tertawa kecil tanpa ketahuan siapa pelakunya.
Segalanya berjalan lancar hingga datang seorang guru baru bernama Pak Asmuri, guru matematika muda yang dikenal tegas. Hari pertama mengajar, ia menggeser papan dan menemukan tulisan kecil:
“Jangan tegang, Pak. Kami tetap sayang matematika.”
Kelas pecah dalam tawa. Pak Asmuri hanya mengangkat alis, antara bingung dan ingin ikut tertawa. Sejak itu, ia penasaran siapa yang menulis pesan misterius itu, meski tak pernah benar-benar menegurnya.
Namun suatu hari, Aira menulis pesan dengan spidol yang hampir habis sehingga tulisannya tampak miring dan aneh:
“Matematika itu indah kalau kita pusing bersama.”
Saat Pak Asmuri membacanya, ekspresinya berubah. Ia mengira itu bentuk ejekan. Suasana kelas mendadak hening. Aira merasa bersalah, tetapi tak berani menjelaskan.
Sejak kejadian itu, ketiga sahabat berhenti membuat tulisan di balik papan tulis. Kelas terasa lebih sepi, lebih kaku, dan tidak ada lagi tawa ringan yang biasanya menjadi awal pelajaran.
Hingga suatu pagi, tanpa diduga, ketika siswa masuk ke kelas, mereka menemukan tulisan baru di balik papan tulis, ditulis dengan spidol rapi:
“Tawa adalah bagian dari belajar. Teruslah menulis, selama itu membuat kita saling bahagia.”
— Pak Asmuri
Aira tertegun. Amira dan Alya langsung menahan senyum lebar. Kelas kembali riuh dengan tawa kecil yang hangat.
Sejak hari itu, papan tulis 8C bukan lagi sekadar tempat menulis rumus. Ia menjadi ruang kecil yang menyimpan tawa, pesan, dan cerita sederhana yang membuat hari-hari di MTsN 1 Kerinci lebih berwarna.
Dan “tawa di balik papan tulis” itu pun tetap hidup—menjadi kenangan indah yang tak akan hilang begitu saja"
Penulis : Trisa Amelia
|
29x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...