
Kerinci — Dalam upaya menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada peserta didik, MTsN 1 Kerinci terus membiasakan budaya salim atau berjabat tangan antara siswa dan guru setiap kali bertemu di lingkungan madrasah.
Kebiasaan ini tampak jelas setiap pagi saat siswa datang ke sekolah maupun ketika berpapasan di halaman dan ruang kelas. Dengan penuh sopan santun, siswa menyapa dan menyalami guru sebagai bentuk penghormatan serta adab kepada orang yang lebih tua.

Kepala madrasah menyampaikan bahwa pembiasaan salim merupakan bagian dari pendidikan karakter yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan kepribadian siswa. “Melalui kebiasaan sederhana ini, kami ingin menanamkan rasa hormat, kesopanan, dan kedekatan emosional antara siswa dan guru,” ujarnya.
Para guru pun menyambut baik kebiasaan tersebut. Selain mempererat hubungan, salim juga menciptakan suasana sekolah yang hangat, harmonis, dan penuh kekeluargaan. Siswa menjadi lebih terbuka dan menghargai keberadaan guru sebagai pembimbing dalam proses belajar.
Salah seorang siswa mengaku senang dengan budaya ini karena membuat dirinya lebih terbiasa bersikap sopan dan menghargai orang lain. “Kami diajarkan untuk selalu menghormati guru, dan salim menjadi salah satu cara yang paling mudah dilakukan,” ungkapnya.
Dengan konsistensi penerapan budaya salim ini, diharapkan siswa MTsN 1 Kerinci tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter yang santun, berakhlak mulia, dan siap menjadi generasi yang beradab di tengah masyarakat.
TIM HUMAS
WIWIN SEPRINTI.P, S.Pd
|
126x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...